Selasa, 06 Januari 2015

Bagian dari kamera DSLR

DSLR adalah kependekan dari Digital Single lens Reflex. Dalam bahasa yang gampang, DSLR adalah kamera yang memanfaatkan cermin untuk mengarahkan cahaya dari lensa ke viewfinder. Viewfinder adalah lobang kecil dibelakang kamera tempat kita mengintip obyek foto. 
Keterangan:
1.    Built in Flash Light, fungsi dari lampu flash internal ini adalah untuk memberikan penerangan secara satu arah atau tepat lurus kepada objek foto anda.
2.    Anti Red Eye1, tombol ini berfungsi untuk menangkal mata objek terlihat merah saat anda menggunakan Flash Light.
3.    Thumb Wheel, Tombol yang berfungsi untuk mengatur modus pemotretan.
4.     Tombol Display, Tombol yang berfungsi untuk menampilkan hasil foto yang telah anda ambil, dan akan ditampilkan pada layar LCD.
5.    Dial, Tombol yang berguna untuk mengatur kecepatan rana atau yang lebih dikenal dengan sebutan Shutter Speed.
6.    Shutter, Tombol yang digunakan ketika anda akan mengambil gambar.
7.    Grip, Grip merupakan pegangan kamera yang menonjol pada bagian kanan kamera,Bagian tersebut memang didesain menonjol agar sang pengguna dapat dengan nyaman memegang kamera saat akan melakukan aktivitas fotografi.
8.    Tombol Lensa, Tombol yang berfungsi untuk mengunci lensa denagn bodi kamera anda.
9.    Lensa
10.  Stabilizer, Tombol yang berfungsi untuk menstabilkan gambar, biasanya terdapat pada lensa yang dilengkapi dengan auto focus.
11.  Tombol Flash, Tombol yang berfungsi untuk menyalakan fitur flash pada kamera anda.
12.  Finder, Finder adalah Jendela Bidik.
13.  Monitor LCD atau Layar LCD, Berfungsi untuk melihat gambar, mengatur settingan pada kamera dan melihat berbagai fitur lainnya pada kamera anda.
14.  Tombol Navigasi, Tombol yang berfungsi untuk menggerakkan atau mengendalikan kamera saat melihat gambar yang telah anda ambil sebelumnya. Tombol navigasi hadir dalam 3 bentuk berbeda yaitu scroll, analog dan tombol 4 arah biasa.
15.  Tombol AV, Tombol yang berfungsi untuk mengatur aperture
16.  Tombol Fn/Q, Tombol ini berfungsi untuk mengatur white balance atau metering.
17.  Tombol Zoom in Zoom Out, Jika pada kamera digital biasa tombol ini berfungsi untuk memperbesar atau memperdekat objek yang kan kita ambil gambarnya, namun pada kamera SLR dan DSLR kedua tombol ini memiliki fungsi yang berbeda. Kedua tombol ini memang tetap berfungsi untuk memperbesar, namun hanya memperbesar gambar yang telah kita selesai ambil dan  muncul pada LCD.
18.  Tombol Life View, Tombol ini berfungsi untuk membidik gambar melalui Layar LCD, jadi anda dapat melakukan pembidikan gambar dalam dua cara yaitu melalui finder atau melalui layar LCD.
19.  Tombol Menu dan Info
20.  Tombol Preview, Tombol yang berfungsi untuk melihat hasil jepretan anda, atau bisa juga dikatan tombol yang berfungsi ketika anda ingin masuk ke galeri penyimpanan foto dan video yang telah anda abadikan.
21.  Tombol Hapus

Senin, 05 Januari 2015

Beberapa Istilah Dalam Fotografi


  1.  APS: Advanced Photo System
  2.  DIL : Drop in Loading
  3.  CID : Cartridge Identification number
  4.  FID : Film strip Identification number
  5.  USC : Uniform Sigma Crystal/kristal sigma seragam
  6.  Kristal sigma : Butir-butir perak halida
  7.  AFS : Auto Focus Silent Wave Motor
  8.  AFD : Auto Focus Distance Information
  9.  DIR : Development Inhibitor Releaser
  10.  SPD : Silicon Photo Diode
  11.  LCD : Liquid Crystal Display
  12.  LED : Light Emitting Diode, lampu
  13.  ISO/ASA : Derajat sensitivitas film
  14.  ISO : International Standart Organization
  15. ASA : American Standart Association
  16. DIN : Deutsche Industry Norm
  17. NiMH : Nikel Metal Hydride
  18. NiCd : Nikel Cadmium
  19. DRAM : Data Random Acces Memory
  20. RISC : Reduce Intruction Set Computer
  21. CCD : Charge Couple Device (pada kamera digital)
  22. CPL : Circular Polarizing
  23. USM : Ultrasonic motor
  24. ESP : Elektro-Selective Pattern (Sistem pengkuran cahaya otomatik, di saat kondisi kesenjangan kecerahannya sangat besar
  25. SLR : single Lens Reflek, kamera lensa tunggal yang menggunakan cermin dan prisma
  26. TLR : Twin lens Refleks, kamera yang menggunakan dua lensa , satu untuk melihat, lainnya utnuk meneruskan cahaya ke film
  27. Lens Mount : Dudukan lensa
  28. MF : Manual Fokus
  29. AF : Auto Fokus
  30. Fps : Frame per second:, satuan kecepatan pengambilan gambar dalam gambar perdetik
  31. DOF : Depth of Field; ruang tajam, merupakan jarak, dimana gambar masih terlihat tajam/focus, bergantung pada: diafragma, panjang lensa dan jarak objek
  32. GN : Guide number; kekuatan cahaya blitz merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau feet) dan diafragma
  33. AR Range : Tingkat terang cahaya dimana system aotufocus masih dapat bekerja, dalam satuan EV
  34. EV : Exposure Value; kekuatan cahaya. Sample, EV=0 kekuatan cahaya pada difragma f/1,0 kecepatan 1 detik
  35. Exposure mode : Modus pencahayaan, pada umumnya ada 4 tipe: manual, Aperture priority, Shutter priority dan Programed (auto)
  36. Aperture : Diafragma
  37. Lens Hood : Tudung lensa
  38. Aperture priority : Prioritas pengaturan pada diafragma, kecepatan rana otomatis
  39. Shutter : Rana
  40. Shutter Priority : Prioritas pengaturan pada kecepatan rana, diafragma otomatis
  41. Exposure compensation :Kompensasi pencahayaan, membuat alternatif pencahayaan dari normal menjadi lebih atau kurang
  42. Flash Exposure Compensation : Kompensasi pencahayaan blitzt
  43. Metering: Pola pengaturan cahaya, biasanya terbagi dalam 3 kategori, centerweighted, evaluative/matrix, dan spot
  44. Center weighted Metering : Pengukuran pencahayaan pada 60% daerah tengah gambar
  45. Evaluative/Matrix : Pengukuran pencahayaan berdasarkan segmen-segmen dan presentase tertentu
  46. Spot : Pengukuran pencahayaan hanya pada titik tertentu
  47. View finder : Jendela bidik
  48. Built in Dioptri: Dilengkapi dengan pengatur dioptri (lensa+ atau – bagi mereka yang berkacamata)
  49. Eye piece Blind : Tirai penutup jendela bidik
  50. Interchangeable Focusing Screen : Fasilitas untuk dapat mengganti focusing screen
  51. Focusing screen : Layar focus
  52. Bracheting : Pengambilan gambar yang sama menggunakan pengukuran pencahayaan yang berbeda
  53. Flash Sync : Sinkron kilat, kecepatan maksimum agar body dan flash masih bekerja harmonis
  54. TTL: Through The Lens, Sistem pengukuran pencahayaan melalui lensa
  55. Remote Flash : Melepaskan lampu kilat dari badan kameranya dan meletakkannya si duatu tempat untuk mendapatkan efek foto yang diinginkan
  56. Bounce : Cahaya lampu kilat yang di pantulkan ke langit-langit atau bidang lain sehingga cahaya menerangi objek secara merata
  57. Slave unit : (Lampu kilat + mata listrik/elctric eye); adalah alat abntu yang sanggup menyalakan lampu kilat bila mata itu menerima sinar dari lampu kilat lain
  58. Wireless TTL : Sistem pengukuran TTL tanpa melalui kabel
  59. Multiple exposure : Fasilitas pemotretan berulang pada fram eyang sama
  60. Pupup Flash : Blitz kecil, terbuat menyatu dengan body
  61. Stop : Satuan pencahayaan, 1 stop sama dengan 1 EV
  62. Red Eye Reduction : fasilitas untuk mengurangi efek mata merah yang biasa terjadi pada pemotretan menggunakan blitz pada malam hari
  63. PC terminal : Terminal untuk blitz di luar hot shoe
  64. Hot shoe : Kaki blitz
  65. Mirror Lock up : Pengunci cermin, agar getaran dapat dikurangi pada saat rana bergerak
  66. Shiftable program : Pada mode program, exposure setting dapat diubah secara otomatis dalam EV yang sama, misalnya dari 1/125 menjadi 1/250 detik, f 5.6 dmenjadi f 11
  67. Second Curtain Sync : Fasilitas untuk menyalakan blitz sesaat sebelum rana menutup
  68. Shutter release : Pelepas rana
  69. Self Timer : Alat penangguh waktu pada kamera
  70. Vertical Grip : Alat pelepas rana utnuk pengambilan secra vertical tanpa harus memutar tangan
  71. Data Imprint : Fasilitas pencetakan data tanggal pada film
  72. Reloadable to last frame: fasilitas untuk mengembalikan film yang telah digulung di tengah ke posisi terakhir yang terpakai
  73. Fill In flash : Blitz pengisi, dalam kondisi tidak memerlukan blitz, blitz tetap dinyalakan untuk menerangi bagian-bagian yang gelap seperti bayangan
  74. Intervalometer : Fasilitas epmotretan otomatis dalam jarak waktu yang tertentu
  75. Multispot : Pengukuran pencahayaan dari beberapa titik
  76. Back : Sisi belakang kamera, berfungis pula sebagai penutup film
  77. Bayonet : Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk pergantian lensa
  78. Bulk film : Film kapasitas 250 exposure
  79. Wide lens : lensa lebar, mempunya jarak titik bakar yang pendek, lebih pendek dari 50,,, biasanya:
    · 16-22mm (lensa lebar super)
    · 24-35mm (lensa lebar medium
    · 6-15mm (lensa mata ikan)
  80. Push : Meningkatkan kepekaan film dalam pemotretan, missal dari ISO 100-200/lebih
  81. Pull : kebalikan dari Push
  82. Main light : Cahaya pengisi/tambahan
  83. Foto wedding : Potraiture berpasangan (menciptakan rekaman gambar yang romantisme, baik dari posenya maupun dari suasananya
  84. Foto wedding terbagi 2 yaitu:
  85. Neo Classic Potraiture, ialah bentuk visual foto berpasangan yang beraura romantis
  86. Classic wedding, ialah bentuk foto berpasangan yang harus menjadi kenangan
  87. Blouwer : Kipas angin yang digunakan pada pemotretan model untuk menghasilkan efek angin
  88. Reverse ring : digunakan untuk memasang lensa yang di balik, untuk membuat lensa makro alternatif agar cahaya yang masuk tidak bocor
  89. Golden section : Potongan kencana; Hukum komposisi yang mengatakan bahwa keselarasan akan tercapai kalau suatu bidang adalah kesatuan dari 2 bidang yang saling berhubungan
  90. Komposisi : susunan garis, bidang, nada, kontras dan tekstur dalam suatu format tertentu
  91. Siluet : Teknik pencahayaan untuk menampilkan bentuk objek tanpa menunjukkan detilnya
  92. Framing : Pembingkaian objek untuk memberi kesan mendalam/ dimensi objek foto
  93. Panning : Teknik pengambilan gambar dengan kesan gerak (berubahnya latar belakang menjaid garis-garis sementara objek utama terekam jelas
  94. Sandwich : Teknik menggabungkan foto
  95. Cross process : Proses silang, biasanya di lakukan pada film positiv (E6) ke film negatif (C 41), sehingga menimbulkan warna- warna baru pada foto
  96. Esai foto : (Biar foto yang bicara), merangkai foto menjadi cerita bertem
  97. xposure time kalo ga salah sih lamanya waktu kita ngebuka bukaan ( Biasanya di mode Bulb )
  98. Sesuai dengan artinya, Interpolasi merupakan salah satu cara yang dipakai untuk memperbesar ukuran gambar dengan memultiplikasi pixel ukuran gambar yang diduplikasi menjadi lebih besar. Biasanya gambar interpolasi bila dilihat dengan teliti akan menurunkan ketajaman gambar karena bukan hasil asli keluaran dari sensor.
  99. HSM : Singkatan dari Hypersonic Motor. Artinya kurang lebih sama dengan USM, auto fokus cepat dan tidak bersuara. Kode ini akan Anda temukan di lensa merek Sigma.
  100. AF-S : Sama dengan kode diatas, kode ini akan Anda temukan di lensa merek Nikon.
  101. SAM : Sama dengan kode diatas, kode ini akan Anda temukan di lensa merek Sony.

Macam Lensa

Macam-macam lensa

  • Lensa Standar. Lensa ini disebut juga lensa normal. Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan natural.
  • Lensa Sudut-Lebar (Wide Angle Lens). Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya. Ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.
  • Lensa Fish Eye. Lensa fish eye adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.
  • Lensa Tele. Lensa tele merupakan kebalikan lensa wide angle. Fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas. Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan sekitarnya. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek tertentu.
  • Lensa Zoom. Merupakan gabungan antara lensa tandar, lensa wide angle, dan lesa tele. Ukuran lensa idak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa ang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Lensa Makro. Lensa makro biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil.

Teknik Fotografi Pemula

A. Fotografi

Fotografi ( Photography ) berasal dari kata Photo (Cahaya) dan Grafo ( menulis / menggambar ), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar (tanpa cahaya tidak akan ada hasil foto).


B. Kamera SLR

Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau Kamera D-SLR ( Digital ) merupakan kamera dengan jendela bidik (Viewfinder) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa.   Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa  karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa .

Fotografi berkaitan erat dengan cahaya (jadi untuk menghasilkan sebuah foto diperlukan adanya cahaya, tanpa ada cahaya maka tidak akan ada foto), maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed (Kecepatan Rana) dan Aperture (Diafragma).

C. Lensa

Dalam fotografi, lensa berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (film). Di bagian luar lensa  biasanya terdapat tiga cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa  jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.

PANJANG LENSA

Panjang lensa  biasa disebut Focal Length

Panjang lensa mempengaruhi:
a. JARAK pemotretan
b. SUDUT pandang
c. PEMBESARAN
d. FASILITAS BUKAAN DIAFRAGMA

Lensa Khusus:
a. Lensa Makro (biasa disebut Macro Lens)
b. Penambahan panjang lensa (biasa disebut Tele Converter atau Extender)
c. Lensa pengoreksian perspektif pada subjek
d. Lensa Lunak (biasa disebut Soft Focus Lens)

Dasar Fotografi DSLR

1. Memiliki sikap/posisi yang tepat.

Untuk dapat melakukan semua jenis fotografi, Anda perlu bersabar dan sangat kreatif. Tanpa kesabaran Anda tidak dapat mencapai gambar yang sempurna dan tanpa kreativitas, Anda tidak akan pernah mampu membuat gambar yang sempurna.

2. Memahami filosofi fotografi sebagai bentuk seni. Sebelum kita melanjutkan, sangat penting bagi siapa saja untuk memahami ide dasar dan konsep fotografi. Fotografi tidak hanya subjek, itu adalah seni yang tidak memiliki batas. Kamera adalah perangkat yang menangkap keindahan alam yang mencakup semua apa yang kita lihat. Fotografi terletak pada kita, bukan kamera. Foto menangkap momen dan itu adalah fotografer yang layak untuk memberikan gambar.

3. Baca buku. Membaca panduan atau buku tentang fotografi akan meningkatkan pemahaman Anda tentang fotografi. Membaca buku untuk bimbingan dibutuhkan oleh semua orang, dan manfaat itu hanya bisa dilihat setelah praktek. Ini adalah cara yang sangat membantu dan praktis untuk membuat fotografi lebih menguntungkan dan memungkinkan lebih banyak pemanfaatan kreativitas.

4. Tentukan apa jenis fotografi. Lebih baik untuk menentukan bidang Anda fotografi sebelumnya. Contoh bidang fotografi landscape adalah yang berkaitan dengan pemandangan alam dan satwa liar yang berkaitan dengan foto-foto hewan di habitat alami mereka.

CFara menggambil foto dengan kamera dslr

1. Pastikan lensa kamera Anda bersih.Jika Anda menggunakan Digital SLR, Anda juga perlu memastikan bahwa sensor bersih, Hal ini mudah dilakukan dan akan menghindari gambar Anda memiliki apapun titik yang tidak diinginkan.

2. Baca manual kamera Anda. Baca manual kamera Anda. Baca manual kamera Anda. Kedengarannya membosankan, tetapi 1-2 jam dengan manual dan kamera di tangan akan menjamin bahwa Anda akan belajar untuk memahami dengan cepat. Semakin cepat Anda dapat beroperasi dalam mode manual penuh lebih baik. Ini adalah satu-satunya cara untuk mulai mendorong kemampuan fotografi Anda.

3. Dapatkan subjek Anda di tempat yang tepat. Jika Anda menembak potret atau sekelompok orang, Pastikan tidak ada yang tumbuh keluar dari kepala mereka dan jika Anda ingin menampilkan latar belakang Anda kemudian melakukannya. Meminta Anda subjek (s) untuk bergerak maju atau mundur dan membidik Anda dengan subjek Anda dibingkai keras ke kiri atau kanan dapat bekerja dengan sangat baik. Jangan malu-malu untuk memindahkan subjek Anda (s) di sekitar, itu adalah cara terbaik untuk belajar.

4.Framing/Pembingkaian. Lihatlah gambar di majalah, menonton film dan melihat bagaimana mereka dibingkai. Anda perlu untuk memungkinkan cukup ruang kepala, tapi tidak terlalu banyak bijak lain gambar dapat terlihat canggung. Jangan memotong setengah tangan atau bagian kepala mereka. Cobalah untuk tidak menempatkan orang secara langsung di tengah frame. Hal terbaik yang pernah diajarkan adalah 'Jika terlihat baik, itu baik!

5. Dapatkan pencahayaan yang tepat. Pencahayaan sangat penting dan membantu mengatur suasana hati. Sementara menggunakan flash unit tambahan bisa menjadi maju sedikit, tambahkan pengaturan flash internal Anda ke tingkat yang benar untuk lingkungan pencahayaan, Hal ini membuat Perbedaan besar. namun jika Anda memiliki DSLR, dapatkan flash eksternal dan percobaan menggunakan itu dari kamera.

6. Kontrol eksposur. Mampu mengendalikan eksposur dan kecepatan rana secara manual akan berarti bahwa Anda dapat mengekspos apa yang Anda ingin.

7. Memahami Depth of Field. Belajar dasar-dasar kedalaman lapangan (DOF) dan bagaimana paparan (F Berhenti), kenaikan atau penurunan apa yang ada dalam fokus akan memperluas kreativitas Anda pada akhir.

Fotografi dalam desain grafis



1. Menyewa desainer grafis untuk berseni menempatkan gambar dan teks bersama-sama dengan cara yang menyenangkan visual. Banyak perusahaan juga membuat kesalahan dengan menganggap bahwa mereka dapat melakukan langkah ini. Kecuali Anda dilatih dengan program desain grafis, seperti Adobe Illustrator atau InDesign, Anda harus melihat untuk menyewa seorang profesional, sehingga Anda memastikan Anda tidak awan gambar dan buang uang yang Anda habiskan pada fotografi.
Pastikan perancang dapat menggunakan perangkat lunak fotografi, seperti Adobe Photoshop. Program ini sering dibeli bersama dengan Adobe Creative Suite. Hal ini memungkinkan Anda untuk airbrush, tanaman, meningkatkan, warp, menyesuaikan dgn mode dan sebaliknya mengubah foto agar sesuai iklan Anda.

2. Mengubah gambar Anda untuk penonton. Tampilan fotografi dalam periklanan modern akan tergantung pada di mana iklan muncul, di media cetak atau online.

3. Pertimbangkan memungkinkan desainer grafis Anda untuk secara signifikan mengubah gambar. Selama Anda menyimpan versi asli, desainer grafis dapat warp atau merusak citra untuk menciptakan tampilan abstrak atau fantastis. Hal ini dimungkinkan untuk membuat gambar gaya dengan membuatnya terlihat antik, kartun, tertekan atau digambar tangan, untuk nama hanya beberapa dari puluhan pilihan yang tersedia pada perangkat lunak fotografi.

4. Bukti iklan Anda dengan hati-hati. Pastikan Anda memiliki 3 sampai 5 orang melihatnya sebelum diajukan untuk mencetak atau meng-upload pada sebuah situs web. Pendapat di luar dapat membantu Anda untuk menyadari pesan lain iklan Anda menyampaikan.

Fotografi dalam desain grafis



1. Menyewa desainer grafis untuk berseni menempatkan gambar dan teks bersama-sama dengan cara yang menyenangkan visual. Banyak perusahaan juga membuat kesalahan dengan menganggap bahwa mereka dapat melakukan langkah ini. Kecuali Anda dilatih dengan program desain grafis, seperti Adobe Illustrator atau InDesign, Anda harus melihat untuk menyewa seorang profesional, sehingga Anda memastikan Anda tidak awan gambar dan buang uang yang Anda habiskan pada fotografi.
Pastikan perancang dapat menggunakan perangkat lunak fotografi, seperti Adobe Photoshop. Program ini sering dibeli bersama dengan Adobe Creative Suite. Hal ini memungkinkan Anda untuk airbrush, tanaman, meningkatkan, warp, menyesuaikan dgn mode dan sebaliknya mengubah foto agar sesuai iklan Anda.

2. Mengubah gambar Anda untuk penonton. Tampilan fotografi dalam periklanan modern akan tergantung pada di mana iklan muncul, di media cetak atau online.

3. Pertimbangkan memungkinkan desainer grafis Anda untuk secara signifikan mengubah gambar. Selama Anda menyimpan versi asli, desainer grafis dapat warp atau merusak citra untuk menciptakan tampilan abstrak atau fantastis. Hal ini dimungkinkan untuk membuat gambar gaya dengan membuatnya terlihat antik, kartun, tertekan atau digambar tangan, untuk nama hanya beberapa dari puluhan pilihan yang tersedia pada perangkat lunak fotografi.

4. Bukti iklan Anda dengan hati-hati. Pastikan Anda memiliki 3 sampai 5 orang melihatnya sebelum diajukan untuk mencetak atau meng-upload pada sebuah situs web. Pendapat di luar dapat membantu Anda untuk menyadari pesan lain iklan Anda menyampaikan.