Selasa, 09 Desember 2014

Teknik Panning Fotografi DSLR



1) Panning memerlukan tangan yang stabil, dan juga tentu shutter speed lambat - Shutter speed yang diperlukan sebenarnya sangat tergantung pada kecepatan subyek itu sendiri, tetapi pada umumnya bisa pada kecepatan 1/200 atau lebih lambat. Gunakan 1/200 jika subyek bergerak cukup cepat, seperti pada mobil yang ngebut, atau di sirkuit balap, atau juga bisa bahkan menggunakan 1/40 detik pada orang yang sedang jogging.

2) Ingatlah bahwa semakin cepat shutter speed maka akan lebih mudah menghasilkan subyek yang tajam dan terfokus - ketika mempelajari teknik panning, hendaknya jangan menggunakan shutter speed yang terlampau lambat, gunakan sampai dirasa cukup lambat untuk menunjukkan sedikit pergerakan.

3) Pastikan subyek tetap pada porsi frame yang sama pada saat memotret. Hal ini bisa memastikan subyek tetap tajam

4) Ingat juga bahwa semakin cepat subyek bergerak maka semakin sulit teknik panning dilakukan.Point ini berhubungan dengan no:3 dimana sulit untuk menjaga subyek tetap berada pada porsi yang sama di dalam frame pada saat memotret, jika subyek bergerak lebih cepat dari kemampuan kalian mengikutinya dengan kamera. Jadi untuk latihan, carilah subyek yang bergerak sedikit lambat, dan kemudian carilah subyek lain yang memiliki gerakan lebih cepat.

Tips Fotografi Siluet

Fotografi siluet berarti memotret objek di depan latar belakang yang terang. Objek ditempatkan sedemikian rupa sehingga bentuknya hanya berupa bayangan gelap. Umumnya siluet dipotret di depan matahari atau sumber cahaya lainnya, tapi ada juga yang diambil di dalam air. Objeknya dibiarkan hitam dan dimunculkan hanya lewat outlinenya saja. Fotografi siluet adalah teknik yang luar biasa untuk menggambarkan misteri atau emosi lewat cara yang sederhana namun efektif.
Satu hal tentang fotografi jenis ini adalah bahwa sebuah siluet tidak menampakkan foto dengan banyak detil tapi menyerahkan sebagian dari fotonya untuk imajinasi orang yang melihat. Banyak fotografer pemula yang ingintahu bagaimana caranya membuat siluet yang bagus. Berikut beberapa teknik yang bisa membantu untuk mendapatkan sentuhan ajaib dalam menangkap bayangan.
Mengatur Objek
Hal pertama dan paling dasar yang harus diingat adalah -tentu- menempatkan objek di depan cahaya yang terang. Siluet yang bagus bisa dihasilkan saat hanya ada satu sumber cahaya dibelakang objek. Cahaya terang ini harus tertutupi oleh objek untuk menjaga rasio exposure. Pilihlah objek yang bentuknya jelas dan tajam bila diletakkan di depan cahaya. Jika objeknya manusia, kamu bisa coba menonjolkan bentuk wajahnya (hidung, bibir, bulu mata, tangan). Kamu juga bisa coba memisahkan outline detil dari objek daripada membuatnya lurus datar. Dengan begitu foto siluetmu akan lebih menarik.
Pencahayaan Pada Fotografi Siluet
Tentang pencahayaan, kamu harus memastikan bahwa built-in flash pada kameramu dimatikan. Coba perbaiki pencahayaan pada background daripada objek, karena objek memang harus dibuat gelap tanpa merusak latar belakangnya. Jika ada terlalu banyak cahaya, maka ia akan menerangi objek dan membuat detilnya terlihat, bukan bayangan. Sebaliknya, jika tidak ada cukup cahaya, maka latar belakang akan tampak abu-abu dan merusak siluet. Cara terbaik untuk mengatur pencahayaan semacam ini adalah memastikan backgroundnya lebih terang daripada objek.
Karena sebuah siluet yang total adalah foto yang tajam dan kuat, kamu juga bisa mempertimbangkan siluet parsial dimana ada sedikit detil dari objek yang tersentuh cahaya. Ini akan membuat siluetnya tampak lebih tiga dimensi dan nyata.

Kuncilah Exposure
Saat kamu sudah menetapkan objek pada posisi yang pas serta mengatur pencahayaan, langkah selanjutnya adalah mengatur frame dan mengunci exposure berdasarkan background, bukan objek. Kamu bisa melakukan ini dengan mengarahkan metering kamera ke bagian terang pada foto dan mengambil pembacaan exposure dengan menekan tombol shutter setengah jalan (dan jangan dilepas). Dengan melakukan trik ini, kameramu akan berpikir bahwa bagian yang lebih terang pada foto terletak pada bagian mid tone. Kemudian bagian yang lebih gelap akan terekspos sebagai bayangan. Sementara itu, tetaplah ingat bahwa pengukuran shutter harus diambil jauh dari cahaya terang matahari atau sumber cahaya lainnya untuk mendapatkan exposure yang tepat.
Cara ini akan membuat objek under-exposed dan gelap bahkan benar-benar hitam. Beberapa kamera digital punya mode metering ‘spot’ atau ‘centered’ yang bisa kamu gunakan untuk membantu mendapatkan exposure dasar untuk seluruh siluet. Juga pastikan tidak ada sumber cahaya antara kamera dengan objek.
Tajamkan Fokus Pada Objek
Fokuslah pada objek dan bukan background. Ini akan memastikan objek tampil lebih tajam, tidak buram, dan memberikan perspektif bagi siluetnya. Mendekatlah pada objek agar kamu bisa menempatkan cahaya yang paling kuat di belakang objek dan kamu bisa mengganti sudut pengambilan foto untuk mendapatkan variasi. Jika kamu dan objek sama-sama tidak bisa bergerak, maka cobalah zoom.

Senin, 08 Desember 2014

Teknik Fotografi Pemula


Ambil Gambar dari Jarak Dekat
Jika ingin memotret objek wajah model yang memenuhi frame, sebagian orang lebih memilih untuk menggunakan lensa yang memiliki focal length panjang agar tidak perlu terlalu dekat dengan wajah model. Padahal, jika menginginkan hasil foto yang baik, sebaiknya Anda mengambil gambar dari jarak yang dekat. Anda tidak perlu malu untuk mengambil gambar dari jarak yang dekat. Interaksi antara model dan fotografer yang hangat akan sangat berpengaruh terhadap suasana hati selama proses pemotretan. Setelah menguasai teknik ini, sebaiknya Anda mulai membiasakan diri untuk menjalin interaksi yang baik dengan model untuk menghasilkan karya yang berkualitas.
Perhatikan Komposisi Secara Keseluruhan
Terkadang memotret model yang berada persis di tengah frame akan menghasilkan foto yang biasa-biasa saja. Aturan komposisi pada teori dasar adalah Rule of Third, yaitu menempatkan objek utama pada bagian 1/3 dari frame. Untuk pemotretanportrait, Anda dapat menggunakan aturan ini. Tempatkan model pada bagian 1/3 dari frame dan isilah 2/3 isanya dengan background, atau sebaliknya, biarkan model memenuhi 2/3 frame. Namun, jika Anda ingin bereksperimen dan menghasilkan foto yang lebih unik, cobalah untuk sedikit melanggar aturan ini. Sering-seringlah memotret dengan memperhatikan teknik komposisi pada aturan belajar photography dasar agar semakin lama Anda akan semakin terbiasa.
Perhatikan Depth of Field (DOF)
Dalam belajar memotert, depth of field adalah tingkatan di mana objek utama akan terlihat fokus dan background terlihat kabur. Dengan kata lain, jika terjadi perbedaan ketajaman antara objek dan background, depth of field adalah tingkat perbedaan ketajamannya. Anda dapat menciptakan foto dengan depth of field agar foto yang dihasilkan benar-benar fokus kepada objek.  Selain itu, foto dengan depth of field juga akan terlihat lebih artistik.
Teknik agar depth of field dapat tercapai adalah menggunakan lensa fixed atau lensa dengan rentang zoom yang pendek (18-55 mm). Selain itu, besaran diafragma juga akan mempengaruhi tingkat depth of field yang dihasilkan. Jadi, sebaiknya Anda tidak menggunakan lensa dengan focal length panjang jika ingin menghasilkan fotoportrait yang lebih baik.
Arahkan Model agar Menampilkan Pose yang Terbaik
Pose, termasuk ekpresi wajah yang menarik merupakan nilai jual yang harus dimiliki oleh foto portrait. Sebagai seorang fotografer, Anda harus mahir untuk mengarahkan model agar dapat menunjukkan pose terbaiknya. Jalin komunikasi yang hangat agar pemotretan berlangsung dengan nyaman dan model dapat fokus untuk memenuhi harapan Anda. Untuk teknik yang satu ini, jam terbang Anda sebagai fotografer model sangat dibutuhkan.

Elemen Garis pada Fotografi

Elemen Garis (Line)
Garis merupakan elemen yang terpenting dari elemen yang lain karena tanpa garis tidak akan ada bentuk, tanpa ada bentuk tidak akan ada wujud dan tanpa garis serta bentuk tidak akan ada pola (pattern). Sehari-hari kita selalu melihat elemen garis, hanya mungkin karena terlalu terbiasa mata kita tidak menyadarinya. Horison (garis cakrawala), alur sungai, garis pantai, pematang sawah, jalan, rel kereta api, tangga, gedung, ubin keramik dan lainnya. Garis ada dimana-mana. Pada dasarnya garis bisa dibagi menjadi 4 jenis: vertikal, horisontal, diagonal dan lengkung.

Garis Vertikal
Garis vertikal menginterpretasikan kesan yang bermartabat, kemegahan, kekuasaan dan penuh kekuatan. Garis ini dapat ditemukan di gedung-gedung, pohon, pagar, orang berdiri, dll.
Elemen Garis Dalam Gambar Pada Teknik Fotografi

Garis Horizontal
Menunjukkan ketenangan, kedamaian, permanen dan kokoh seperti orang yang tidurberbaring di rerumputan, bunga-bunga di lapangan, kelandaian padang pasir atau danau. Hindari penggunaan garis horizontal tepat ditengah-tengah gambar karena akan memberikan kesan yang kaku. 

Elemen Garis Dalam Gambar Pada Teknik Fotografi

Garis Diagonal
Garis ini memberikan sensasi kekuatan, energi dan gerak seperti yang terlihat di pohon-pohondibengkokkan oleh angin, pelari di garis start atau lereng gunung seperti naik ke langit. Selain itu garis diagonal dapat juga digunakan untuk menuntun mata menuju objek utama yang akan ditunjukkan. Dengan mengetahui elemen ini fotografer dapat membuat kesan kekuatan, energi dan gerak dengan mudah yaitu dengan memiringkan kamera untuk membuat obyek tampak berada di garis diagonal.
Elemen Garis Dalam Gambar Pada Teknik Fotografi

Garis Lengkung
Garis lengkung memiliki karakter yang dinamis dan tidak kaku seperti elemen garis yang lainnya. Elemen ini memberikan sentuhan estetika yang tinggi pada gambar. Contoh objek dengan garis lengkung banyak ditemui di alam seperti bentuk gunung, lekukan pantai, ujung daun, dll
Elemen Garis Dalam Gambar Pada Teknik Fotografi

BRIKK NIKON DF, KAMERA DILAPISI EMAS 24 KARAT

Brikk Nikon DF, brikk adalah perusahaan pembuat barang mewah, baru-baru ini mereka merilis sebuah kamera Nikon Df dilapisi emas 24 karat. Kamera yang cuma tersedia sebanyak 77 unit itu dijual dengan harga sekitar Rp 500 juta. Setara dengan 2 mobil avanza. Wow, betapa mewahnyakamera Nikon DF ini.

Spesifikasi kamera Brikk Nikon DF ini sama persis dengan Nikon Df biasa yang menawarkan desain retro. Perbedaan antara Brikk Nikon DF dengan Nikon Df standar hanya desain luar dan lapisan emas yang diusungnya. CEO Brikk, Cyrus Blacksmith mengatakan bahwa ide untuk merilis Brikk Nikon DF muncul setelah Nikon merilis edisi khusus sendiri dengan FM emas pada 1977.Seperti apa tampilannya? 

Brikk nikon df kamera dilapisi emas 24karat
Tanpa berlapis emas pun, harga Nikon Df sebenarnya sudah terbilang mahal. Di Indonesia, Nikon membanderol DSLR flagshipnya itu dengan harga sekitar Rp 29 juta.

Brikk nikon df kamera dilapisi emas 24karat
Apalagi jika kamera bergaya retro itu dibalut dengan emas 24 karat.

Brikk nikon df kamera dilapisi emas 24karat
Adalah Brikk, sebuah perusahaan barang mewah yang baru-baru ini merilis set kamera bernama 'Lux Nikon kit'.

Brikk nikon df kamera dilapisi emas 24karat
1 Set tersebut dijual dengan harga USD 41.395 atau sekitar Rp 500 juta, dan tersedia dalam jumlah terbatas hanya 77 unit.

Brikk nikon df kamera dilapisi emas 24karat
Brikk juga memberikan sebuah hard case yang dibuat secara spesial menggunakan emas Zero Haliburton

Brikk nikon df kamera dilapisi emas 24karat
Blacksmith sebenarnya mengharapkan bahwa Nikon juga akan membuat Df dengan versi emas. Namun berhubung Nikon tak membuat kamera itu, ia memutuskan untuk membuatnya sendiri.

Brikk nikon df kamera dilapisi emas 24karat
Lux Nikon kit itu terdiri dari sebuah bodi Nikon Df yang bodinya dilapisi oleh emas 24 karat, sebuah lensa Nikkor 14-24 mm f/2,8, yang lens cap dan lens hood-nya juga dilapisi emas.

Kelebihan dan Kekurangan Teleconverter

Lensa teleconverter 

Biasanya Lensa teleconverter dipasangkan diantara kamera dan lensa dengan tujuan untuk memperpanjang fokal lensa, sehingga kita bisa memotret subjek yang jauh sekali dengan lebih mudah. Namun kekurangan teleconverter adalah ketajaman foto menurun, dan bukaan maksimum lensa jadi berkurang. Semakin besar perbesarannya, semakin menurun kualitas gambarnya.

Contohnya, jika bukaan lensa maksimumnya adalah f/2.8, maka setelah memasang teleconverter, bisa menjadi f/4 atau f/5.6, tergantung dari jenis teleconverter yang dipasang.

Biasanya, teleconverter tersedia untuk lensa-lensa telefoto, yang populer untuk memotret subjek dari kejauhan misalnya fotografi olahraga dan satwa liar.

Ada dua jenis yang populer, yaitu yang dapat memperpanjang fokal lensa 1.4X dan 2X. Contohnya, jika kita memasang teleconverter 1.4 di lensa 200mm, maka fokal lensanya menjadi 1.4 X 200mm = 280mm. Sedangkan jika kita memasang lensa yang 2X, maka fokal lensanya menjadi 2 x 200mm = 400mm.

Jika kita memotret di kondisi cahaya yang terang, dan objeknya jauh sekali, misalnya burung liar, maka, saya sarankan yang teleconverter 2X. Tapi jika subjeknya gak terlalu jauh, dan ingin mempertahankan ketajaman foto, maka 1.4X lebih baik. Baca Juga Tips memotret Ray of Light.

kelebihan dan kekurangan teleconverter
Contoh teleconveter Sigma 1.4x (kiri) dan 2x (kanan)

Berbagai macam Tips Foto Potrait


 1. Fotolah mereka di tempat yang membuat mereka nyaman. Pernah mencoba memotret kakek anda di studio foto? canggung bukan. Sekali waktu cobalah foto mereka di lingkungan kerja mereka, misal di rumah saat membaca koran, dikantor saat bekerja. Foto portrait anak-anak adalah contoh termudah adalah pada saat mereka sedang bermain dengan mainan favoritnya, disaat mata mereka terlihat ceria, potretlah.

 2. Fotolah Anak-anak dari ketinggian yang sama dengan mata mereka. Jongkoklah dan buatLensa sejajar dengan mata mereka, baru ambil foto mereka. Baca juga tips memotret anak-anak. 

3. Maksimalkan pencahayaan dari jendela. Tidak masalah jika kita tidak memiliki flash eksternal atau lighting yang canggih, jutsru kita bisa memaksimalkan pencahayaan alami, gunakan cahaya yang melewati jendela anda. Posisikan obyek foto disamping jendela sehingga cahaya dari jendela menerpa wajah darri arah samping, bukan tegak lurus ke wajah. 

4. Hindari penggunaan on-camera flash. On camera flash adalah flash bawaan yang menempel dikamera anda. Karena cahaya yang keluar dari flash ini arahnya tegak lurus dengan wajah maka pencahayaan akan bersifat keras dan datar yang bukannya memperindah wajah obyek foto justru membuatnya terlihat keras. 

5. Overexpose foto dengan sengaja. Dengan sengaja menaikkan eksposure kamera untuk memotret wajah membuat wajah terlihat lebih putih, bersih dan terkesan modern. Kalau anda amati foto-foto wajah di majalah cenderung memakai teknik ini. Teknik overexpose ini juga sering disebut high key

6. Ajak bicara Objek foto.dengan mengajak bicara si obyek foto,kita memecahkan ketegangan dan membuat wajah mereka lemas, syukur-syukur bisa membuat mereka tersenyum lepas. Anda bisa menanyakan hal-hal standar meskipun garing.

7. Kalau obyek fotonya benar-benar pemalu, kasih pasangannya. Seringkali kita bertemu obyek foto yang benar-benar tidak tahu pencitraan, begitu lensa mengarah ke wajah mendadak mereka mati gaya. Kasih mereka teman, bisa sahabatnya, pacarnya, istrinya atau anaknya. 

8. Ketahui tujuan pemotretan. Pastikan kita tahu buat apa foto itu nantinya. Jika digunakan untuk membuat foto profil facebook, gunakan orientasi vertikal. Jika anda memotret untuk undangan pernikahan usahakan dalam orientasi landscape (horisontal) sesuai orientasi undangannya. 

9. Memotret di siang bolong tidak masalah asal anda tahu triknya. Untuk memotret di siang bolong, posisikan obyek foto membelakangi matahari, lalu gunakan mode spot metering. Ambil pengukuran di area mata atau hidung lalu potret.

Minggu, 07 Desember 2014

Teknik Fotografi

INTENSITAS CAHAYA

Cahaya langsung yang kuat bisa terasa sangat keras, Sobat bisa menemukan karakter cahaya ini pada hari-hari yang cerah. Cahaya yang keras memperjelas kontras antara cahaya dan bayangan dan bisa terlihat sangat tidak menarik. Sobat akan mendapati subyek yang memiliki bayangan gelap disekitar kantung mata ketika memotret dibawah cahaya matahari yang keras, dan hal ini bisa menyebabkan wajah subyek terlihat lelah

Kontras akan menjadi rendah dan cahaya terlihat lebih menarik ketika memotret dengan cahaya yang kurang intens dan menyebar. Ada beberapa caya yang bisa sobat lakukan untuk mengurangi intensitas serta menyebarkan cahaya ketika matahari bersinar terlalu terang diatas kepala:

Carilah semacam cover atau penutup. Teduhan bisa menjadi difusser yang bagus. Cobalah memotret subye dibawah naungan atau teduhan beranda, teras rumah, atau dibawah bayangan pohon yang besar. ketika memotret ditempat teduh Pastikan subyek ternaungi secara merata, jika ada sedikit saja cahaya matahari yang menembus dan menyinari wajah maka tentu akan mengurangi tampilan foto.

Tidak menemukan tempat teduh? Sobat bisa menggunakan kain transparan yang lebar. Tempatkan kain transparan tersebut diantara subyek dan sumber cahaya. Langit yang berawan bagus membentuk natural light yang bagus untuk fotografi portrait, karena awan yang menutupi cahaya matahari bisa berperan sebagai diffuser. Sobat pada hari yang berawan/mendung mungkin akan perlu untuk menggunakan teknik fill flash agar detail wajah pada subyek masih bisa menonjol dalam foto.

Jika Sobat memotret di dalam ruangan dan menggunakan cahaya matahari yang melewati jendela sebagai sumber cahaya, maka tempatkan subyek sedikit menjauh dari jendela untuk mengurangi intensitas cahaya. Sobat juga bisa menggunakan tirai jendela atau kain transparan diantara subyek dan jendela sebagai difusser.

 

WARNA CAHAYA

Beberapa cahaya bisa dikatakan "dingin" dan memiliki warna kebiru-biruan, dan beberapa cahaya hangat serta memiliki warna emas. Mata kita secara alami bisa beradaptasi dengan perubahan warna tersebut agar warna terlihat sama ketika dalam kondisi beragam pencahayaan, tetapi tidak pada kamera, oleh karena itu pengaturan white balance dirasa sangat penting. Ketika bekerja dengan natural light atau cahaya alami Sobat bisa menggunakan pengaturan white balance sesuai dengan jenis pencahayaan yang ada seperti sunny, shade atau cloudy, dan lain-lain.

Pengaturan white balance ini mungkin tidak selalu memberikan hasil warna foto yang benar. Warna obyek yang manjadi media pantulan cahaya juga akan mempengaruhi warna cahaya. Jika warna foto tidak benar bisa menyebabkan warna kulit subyek terlihat seperti sakit. Pengaturan white balance terbaik pada kamera adalah custom white balance. Selalu simpan grey card di tas kamera kalian, sehingga Sobat bisa mengatur custom white balance kapan saja saat memotret.

 

ARAH CAHAYA

Mengetahui dari mana arah cahaya akan membantu kalian dalam memposisikan subyek guna mendapatkan foto terbaik. Mungkin banyak asumsi bahwa posisi terbaik adalah menempatkan subyek menghadap langsung cahaya matahari yang terang agar bagian wajah bisa diterangi, tapi ini bukanlah pilihan yang selalu baik. Subyek yang menghadap matahari secara langsung matanya akan cenderung akan menyipit karena silau. Hal ini juga akan menyebabkan bayangan disekitar kantung mata yang menyebabkan wajah subyek tampak lelah.

Teknik Foto Panning

Foto panning adalah foto dari sebuah objek bergerak dengan latar belakang blur. Sederhananya Anda sebagai fotografer akan memotret sembari mengikuti arah gerakan objek kemudian Anda juga perlu mengeset blur background. Yang perlu Anda catat dalam membuat foto panning adalah kesabaran, dan control manual yang tepat. 

Dan untuk membuat foto panning yang menarik berikut adalah beberapa teknik dasarnya. Hindari penggunaan tripod Disini kamera akan bergerak mengikuti gerak objek. Jadi tripod justru akan membuat gerakan menjadi kaku dan tidak fleksibel. Anda bisa beralih dengan monopod sekedar untuk membantu Anda menyangga kamera yang berat dan besar. Ini juga baik untuk meredam getar dan gerak. Set kamera lambat Set shutter speed pada 1/30 atau 1/8 untuk menurunkan rana. Karena semakin tinggi shutterspeed, maka detail dari back ground akan semakin jelas.

 Disini Anda mengharapkan hasil background yang blur. Set ISO rendah ISO yang rendah juga membantu menurunkan rana. Serta mengurangi daya tangkap kamera akan detil. Atur set bergerak Atur AF mode ke AF-C untuk Nikon atau AI-servo untuk Canon, mode ini cocok untuk fungsi mengikuti sebuah subyek foto yang terus berpindah posisi. Pilih Objek kontras Pada saat memilih objek, sebaiknya cari objek bergerak dengan warna yang cerah dan kontras. Terutama kontras terhadap backgroundnya. 

Pilihlah juga objek dengan detil jelas, bukan detil yang rumit dan kecil, karena bisa jadi tidak terlihat jelas pada hasil foto nantinya. Tekan separuh tombol release Pada saat Anda membidik objek, Anda perlu menekan separuh tombol release untuk mendapatkan fokus yang tepat sembari Anda mengikuti gerakan objek. Cari momentum Ketika objek sudah dalam bidikan, hanya ada dua hal yang perlu Anda camkan. Pertama adalah sabar dan kedua adalah peka. Temukan momentum yang tepat, jangan buru-buru dan jangan lengah. Anda boleh coba membuat foto panning Anda sendiri. Yang jelas ini adalah teknik yang membutuhkan latihan. Jadi Anda perlu tekun dan sabar, selamat berlatih.