Selasa, 03 Februari 2015

Apresiasi Prestasi, UII Bebaskan Biaya Pendidikan Mahasiswa Penghafal Al-Qur’an

Sebagai universitas bercorak keislaman, UII terus berupaya mencetak insan-insan intelektual muslim yang tidak hanya piawai dalam menguasai aspek keilmuan akademis namun juga pengetahuan keagamaan. Hal ini sejalan dengan cita-cita pendiri UII yang menginginkan agar kampus kebangsaan ini dapat menghasilkan insan ulil albab sekaligus cendekiawan muslim. Oleh karenanya, UII terus berupaya mendorong para mahasiswanya untuk mampu menjadi insan yang memiliki karakter luhur tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan UII adalah dengan memberikan beasiswa bagi para mahasiswanya yang memiliki prestasi.
Jika biasanya prestasi identik dengan hal yang bersifat akademis, beasiswa prestasi yang ada di UII juga mencakup beasiswa bagi para mahasiswa yang menjadi penghafal Al-Qur’an. Bagi para mahasiswa yang memiliki kemampuan itu, UII memberikan beasiswa berupa bebas biaya pendidikan hingga mereka menyelesaikan studinya di UII termasuk living cost sebagai insentif tambahan.
Seperti disampaikan oleh Direktur Kemahasiswaan UII, Beni Suranto, ST., M.Soft.Eng kepada awak Humas UII di ruang kerjanya, Selasa (3/2). Menurutnya, hal ini sebagai bentuk apresiasi UII kepada para mahasiswanya agar semakin terdorong untuk mencetak prestasi lebih. “Prestasi itu kan bermacam-macam, ada yang akademik, olahraga, maupun kesenian. Kita memang memiliki banyak skema beasiswa untuk kategori mahasiswa berprestasi. Namun saya rasa skema beasiswa hafidz/hafidzah inilah yang unik di UII”, tuturnya. Program beasiswa yang telah dimulai sejak tahun 2013 silam tersebut terdiri dari dua kategori, yakni hafalan 30 juz dan hafalan 15 juz.
Ia menceritakan pada tahap awal, Direktorat Kemahasiswaan memberikan sosialisasi intensif kepada para mahasiswa UII perihal beasiswa tahfidz. Selanjutnya diadakan seleksi administratif dan seleksi uji kompetensi oleh tim bagi para mahasiswa yang mendaftar. “Seleksi yang kami lakukan meliputi kekuatan hafalan, cara membaca (fashohat), dan tajwid”, tambahnya. Para peserta yang dinyatakan lolos seleksi tahap akhir kemudian diajukan ke Rektor UII untuk mendapat persetujuan dan pengesahan.
Lantas bagaimana model pembinaan bagi para mahasiswa penghafal Qur’an tersebut?. Beni menjelaskan secara periodik akan dilakukan evaluasi hafalan. “Kita juga mewajibkan mereka untuk mengikuti ajang MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) baik di tingkat UII maupun nasional. Di samping itu, mereka juga wajib menjaga indeks prestasinya agar tetap baik. Hal ini kita lakukan agar mereka dapat semakin berkembang”, tandasnya. Ditambahkan olehnya, dengan adanya program menyimak bacaan Al-Qur’an yang diadakan DPPAI Universitas Islam Indonesia , juga melibatkan para mahasiswa penghafal Qur’an di UII.
Ia berharap ke depan program ini akan semakin banyak menjaring bibit-bibit berprestasi insan akademis penghafal Al-Qur’an. “Seleksi penerimaan mahasiswa baru UII mulai tahun ini juga memiliki skema tersendiri bagi para peserta yang hafal Al-Qur’an. Mereka masuk dalam kategori Penelusuran Siswa Berprestasi yang dapat langung diterima di program studi yang mereka kehendaki”, pungkasnya.

MTI UII Kembali Adakan Pelatihan Digital Forensik

Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah memunculkan kemudahan dalam menjalankan berbagai aktivitas manusia. Namun seiring dengan berbagai kemudahan yang diperoleh dengan memanfaatkan teknologi informasi ini tidak sedikit kemudian digunakan untuk aktifitas ilegal atau melanggar hukum. Seperti modus penipuan jual beli online hingga penipuan melalui layanan handphone melalui short message service. Oleh karenanya pemahaman akan digital forensik menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan masyarakat, terlebih bagi aparat penegak hukum.
Berawal dari fenomena tersebut, Program Magister Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (MTI FTI UII) kembali menyelenggarakan pelatihan digital forensik, dengan tema enhancing digital investigation, bertempat di Gedung Rektorat UII, Selasa (3/2). Pelatihan kali ini diikuti oleh sejumlah anggota kepolisian dari Kepolisian Sektor (Polsek) dan Kepolisian Resort (Polres) di wilayah Kabupaten Sleman. Materi yang disampaikan dalam pelatihan mengkombinasikan antara basic dan skills.
Disampaikan Direktur Pusat Studi Forensika Digital (PUSFID) UII, Yudi Prayudi, ST. MSc., yang hadir sebagai pemateri, digital forensik merupakan bidang ilmu yang kedepannya akan terus berkembang selain juga menjadi penting untuk dikembangkan. Dengan pola semakin banyaknya orang berinteraksi dengan dunia maya termasuk dengan menggunakan handphone sebagai media utamanya, maka dimungkinan aktivitas ilegal yang melanggar hukum dengan bantuan teknologi informasi juga akan semakin banyak.
Ditambahkan Yudi Prayudi, penyelenggaraan pelatihan digital forensik juga dipahami sebagai wujud nyata kepedulian MTI UII akan persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Menurutnya seiring dengan berbagai kegiatan yang telah dilakukan selama ini berdampak mulai ditrimanya MTI UII di masyarakat. “MTI UII mulai sering dimintai bantuan oleh beberapa pihak untuk konsultasi dan melakukan diskusi tentang digital forensik,” ungkapnya.
Image 

Implementasikan Internasionalisasi Pendidikan, UII Dorong Mahasiswa Ikuti Pertukaran Pelajar

Internasionalisasi pendidikan tinggi sudah menjadi keniscyaan seiring dengan semakin dibukanya keran globalisasi di bidang pendidikan. Perguruan tinggi di Indonesia dituntut untuk dapat mengikuti tren internasionalisasi tersebut di lingkupnya masing-masing. Untuk menjalankan kebijakan internasionalisasi, tentunya tidak hanya membutuhkan dukungan dari para pimpinan PT namun juga melibatkan seluruh sivitas akademikanya termasuk para mahasiswa. Kebijakan internasionalisasi merupakan upaya mendorong daya saing PT agar tetap bertahan di tengah kompetisi pendidikan tinggi yang semakin ketat.
UII pun terus berupaya menerapkan kebijakan internasionalisasi pendidikan yang bersifat menyeluruh. Salah satunya adalah upaya UII dengan mendorong para mahasiswanya untuk aktif terlibat dan berinteraksi dengan komunitas akademik regional dan internasional. Hal ini terefleksikan dalam program pertukaran pelajar yang rutin diikuti oleh para mahasiswa UII di berbagai universitas asing yang menjadi mitra kerjasama UII. Dalam mengikuti student exchange UII selalu menanamkan agar para mahasiswanya memiliki kepercayaan diri yang tinggi ketika bergaul dengan komunitas akademik dari negara lain. Dengan ini, mereka tidak sekedar menjadi peserta pasif namun peserta aktif yang turut memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi kampus penerima dalam program tersebut. Sebagaimana belum lama ini, dua Program Studi di UII yakni Prodi Teknik Lingkungan, FTSP UII dan Prodi Ilmu Hukum, FH UII tengah membuka kesempatan bagi mahasiswanya untuk mengikuti program pertukaran pelajar di kampus asing.
Prodi Ilmu Hukum UII membuka pendaftaran peserta student exchange yang akan diberangkatkan ke International Islamic University Malaysia (IIUM). Pendaftaran peserta dibuka sejak tanggal 2-7 Februari 2015, sedangkan seleksi wawancara akan dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Februari 2015. Program yang akan dimulai pelaksanaannya pada bulan Maret 2015 ini merupakan kegiatan yang rutin digelar setiap tahunnya oleh FH UII sebagai bentuk realisasi kerjasama yang telah lama dibangun dengan IIUM Malaysia. Selama mengikuti kegiatan, mahasiswa akan mengikuti proses perkuliahan di IIUM serta beberapa agenda akademik yang sudah direncanakan. Pendaftaran untuk mengikuti kegiatan ini dapat dilakukan di Sektretariat International Program FH UII Lantai III Gedung KH. Moh. Yamin, Jl. Tamansiswa 158 Yogya.
Adapun Prodi Teknik Lingkungan UII juga membuka peluang bagi para mahasiswanya untuk berpartisipasi dalam program student exchange berupa kesempatan mengikuti program pendidikan selama 1 (satu) semester di Universitas di Amerika Serikat. Disampaikan oleh Sekretaris Prodi Teknik Lingkungan UII, Any Juliani, ST., MSc., Res.Eng bahwa kerjasama ini terwujud karena dukungan dari Biro Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. “Selain perkuliahan, para penerima beasiswa student exchange juga diberikan kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan palayanan masyarakat hingga 20 jam per semester”, tambahnya.

Tips Foto Hitam Putih atau biasa disebut BW

Berikut adalah tips memotret dengan mode BW (hitam putih) yang baik:
  • Fokus pada kontras
Fotografi hitam putih adalah tentang menangkap obyek hitam, putih dan nada tone diantaranya. Carilah obyek yang mengandung perbedaan hitam putihnya nyata, karena obyek yang mengandung kontras yang tinggi akan menjadi sebuah foto hitam putih yang enak untuk dilihat.
  • Fokus pada tekstur
Unsur hitam putih akan terlihat lebih kuat dan nyata pada obyek yang bertekstur dan obyek yang memiliki pola berulang-ulang. Misalnya; keriput pada wajah orang tua, tiang-tiang pada bangunan tua yang tertimpa cahaya dari samping. Jadi jika anda bertemu dengan obyek yang memiliki tekstur atau pola yang sekiranya bagus untuk dibuat foto hitam putih, jangan takut untuk bereksperimen.
  • Cahaya samping
Cahaya dari samping atau sidelighting adalah cara yang paling efektif untuk mengangkat tekstur pada obyek dan menciptakan variasi yang dinamis antara sisi terang dan sisi gelapnya. Efeknya sangat bagus bila diterapkan pada foto hitam putih. Sumber cahaya samping yang alami adalah matahari pagi dan sore.
  • Potretlah dalam modus warna
Hal ini khususnya ditujukan bagi para pengguna kamera digital. Modus warna pada kamera digital akan merekam rentang warna dengan lebih baik, sehingga memberikan fleksibilitas yang lebih luwes dalam nada warna ketika akan dikonversikan ke dalam hitam putih lewat software editing foto.
  • Melihat dalam hitam putih
Latihlah mata anda untuk melihat sebuah obyek dalam nada hitam putih. Dengan banyak berlatih, nantinya mata anda akan terbiasa untuk melihat mana obyek yang baik untuk dijadikan foto hitam putih dan mana yang tidak.
  • Potretlah dalam mode warna
Kamera digital menghasilkan rentang tone yang lebih lebar dalam mode warna karena dalam mode ini sensor mengambil data dari 3 channel - Red, Green dan Blue atau RGB. Untuk itulah, foto hitam yang dihasilkan dari pengolahan foto warna menggunakan photo editor di komputer akan cenderung lebih baik kualitasya
  • Setting ISO serendah mungkin
Noise (bintik-bintik kecil putih yang muncul di foto anda) akan tampak lebih menonjol dalam foto hitam putih dibanding dalam foto warna. Gunakan ISO serendah mungkin supaya pada saat foto di proses nantinya, noise bisa diminimalkan.
  • Mendung adalah saat terbaik
Adanya mendung akan membuat kontras lebih rendah, dan ini adalah saat terbaik untuk membuat foto hitam ? putih. Anda tidak akan terlalu perduli warna langit yang abu ? abu, toh dalam foto hitam putih tidak akan terlalu terlihat.
  • Eksploitasi tekstur, pola dan garis
Dalam foto hitam putih, tekstur - pola dan garis akan lebih terlihat menonjol dan semakin menarik. Untuk itu eksploitasi-lah jika anda menemukan adanya komponen tersebut.
  • Sidelighting adalah cahaya terbaik
Ketika memotret di luar ruangan untuk foto hitam putih anda, tonjolkan bentuk secara maksimal dengan mengandalkan pencahayaan samping (sidelighting), sehingga jatuh bayangan jadi sangat menarik. Sidelighting terjadi saat anda memotret di pagi atau sore hari.

Tips memotret malam hari menggunakan kamera DSLR

1. Pilih Waktu yang Tepat
Untuk mendapatkan gambar yang dramatis, lakukan pemotretan pada saat matahari terbenam sebelum suasana benar-benar menjadi gelap. Hal ini akan membuat anda mendapatkan warna langit yang spektakuler seperti biru, merah, oranye, atau ungu. Lampu jalan dan lampu gedung juga akan menambahkan efek memukau pada foto.

2. Gunakan Tripod
Tripod amat diperlukan dalam fotografi malam hari akibat kondisi pencahayaan yang minim. Pada cahaya minim sensor kamera memerlukan waktu paparan lebih lama saat mengambil gambar. Tripod akan menjamin kamera tetap stabil sehingga gambar yang dihasilkan tetap tajam dan tidak blur.

3. Mengatur ISO
Pengaturan ISO mempengaruhi sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin besar nomor ISO maka semakin snsitif sensor kamera terhadap cahaya. ISO tinggi diperlukan dalam fotografi malam hari. Pilih ISO tertinggi yang dipunyai kamera anda asal noise yang muncul masih dalam ambang batas yang bisa ditoleransi.

Sebagai informasi, semakin tinggi ISO maka kemungkinan munculnya noise atau bintik-bintik putih pada foto juga akan semakin besar. Pemilihan ISO yang tepat akan membuat hasil jepretan anda tetap bagus dengan noise yang minimal.

4. Lakukan Teknik 'Bracketing'
Meskipun Anda telah memahami teknik fotografi, tetap sulit untuk mendapatkan hasil foto yang bagus hanya dengan sekali jepret. Intensitas cahaya yang berubah-ubah (misal: seiring tenggelamnya matahari) akan menjadi tantangan besar saat anda hendak menentukan eksposur yang tepat.

Kendala ini bisa dipecahkan antara lain dengan menerapkan teknik bracketing. Jepret obyek fotografi anda sesuai dengan yang disarankan oleh lightmeter kamera. Setelah itu, ambil gambar lagi dengan lightmeter yang dinaikkan dan diturunkan satu atau dua tingkat. Kamera SLR tertentu telah ada yang memiki fitur bracketing otomatis sehingga anda tidak perlu melakukannya secara manual.

5. Terus Berlatih
Hasil karya fotografi malam hari yang menakjubkan biasanya tidak diperoleh hanya dalam sekali jepret saja. Dibutuhkan banyak latihan sebelum Anda merasa ?klik? dengan hasil bidikan anda. Untungnya, dengan kamera digital anda dapat mengambil gambar sebanyak-banyaknya tanpa harus direpotkan urusan membeli film dan proses cuci cetak. Cobalah bereksperimen pula dengan flash untuk menambahkan efek dramatis pada hasil karya fotografi anda.

Teknik Memotret di Pantai

  1. Menentukan Focal Point - Beberapa teman fotografer pernah mengutarakan, jika mereka jarang sekali bahkan cenderung tidak pernah membawa kamera ketika mengunjungi pantai, hanya karena mereka beranggapan bahwa semua pantai itu sama, tidak ada yang bisa menarik perhatian. Maaf sebelumnya, tapi itu menurut saya terdengar sangat menyedihkan. Pantai selalu menjadi tempat yang penuh dengan peluang foto menarik bagi Saya, itu karena mata serta point-a-view yang berbeda, cobalah untuk melihat dengan point-a-view yang berbeda, fotografi bukan hanya sekedar memotret apa yang orang lihat, tetapi fotografi adalah tentang menciptakan sebuah foto. Sebuah contoh: Ketika kebanyakan orang datang kepantai dengan memandang serta memotret ke luasnya laut serta langit biru, Saya malah tertarik untuk pergi ke pinggiran pantai dan melihat apa yang ada di dalam frame foto dari sudut tertentu. Salah satu masalah pada fotografi landscape pantai adalah biasanya mereka memotret sebuah pemandangan indah tanpa adanya Point-of-Interest (PoI) dan bisa dipastikan, foto itu akan terkesan membosankan. Carilah Point-of-Interest atau Focal-Point ketika memotret, hal tersebut akan memberikan 'pandangan' bagi penikmat foto Kalian. Pola di atas pasir yang disebabkan oleh ombak, jejak kaki, ombak yang menerpa batu karang, menara suar bisa menjadi pilihan yang bisa digunakan sebagai Focal Point. Alangkah baiknya lagi jika Sobat bisa memasukkan unsur cerita di dalam frame, seperti sepatu yang terdampar di tepian pantai, istana pasir, terkadang foto-foto seperti itu bisa membawa cerita tersendiri bagi liburan pantai kalian Sob. 
  2. Pentingnya Timing - Pagi dan senja hari bisa memberikan peluang terbaik untuk memotret di daerah pantai. Pantai masih sepi pengunjung pada saat pagi hari dan bagusnya lagi, Sobat akan mendapatkan sudut matahari dengan sinar yang bisa menghasilkan efek bayangan serta warna yang menarik, terutama pada saat sore hari atau senja, dimana langit bisa menampakkan sesuatu yang terkesan hangat dan bewarna keemasan. 
  3. Perhatikan Horizon - Horizon yang miring merupakan masalah yang sering ditemui ketika memotret di daerah pantai, seperti yang kita ketahui pantai memiliki ruang terbuka luas serta horizon yang tidak terputus. Berilah perhatian lebih terhadap horizon agar tetap lurus pada frame foto, selain itu pertimbangkan juga menempatkan horizon tidak bertempat di tengah-tengah framer, itu akan memberikan kesan foto yang terbagi dua bagian. Lebih jelasya di lain kesempatan Kita akan membahas tentang komposisi dan Rule-of-Third. 
  4. Datang ke Pantai Ketika Orang Menghindarinya - Timing lain dimana pantai akan terasa lebih indah adalah hari-hari tertentu dimana orang-orang sedang menghindari pantai ketika ada isu tentang cuaca buruk. Badai lautan, awan yang gelap serta mengkhawatirkan dan dramatis serta angin yang menerpa pepohonan dan daun beterbangan akan lebih membuat atmosfer serta suasana lebih menarik untuk dipotret. Tetapi perlu diingat, keselamatan Sobat diatas segalanya, tetap waspada dan berhati-hati.
  5. Exposure Bracketing - Salah satu tantangan ketika memotret ketika musim kemarau di area pantai adalah cahaya yang terlampau terang dan  kamera tidak mau untuk under-expose ketika memotret dengan mode Auto. Mode Manual bisa Sobat gunakan jika kamera digital mendukung fitur ini. Mode manual layak untuk dicoba ketika memotret di pantai dengan cahaya yang terlampau terang. Bereksperimen-lah dengan menggunakan level exposure yang berbeda. Sobat akan mendapatkan hasil terbaik ketika kamera mengekspose foto dan kemudian melakukan over expose sebanyak Satu atau Dua stop, tetapi tentu saja ini sangat tergantung situasi yang ada. Landscape dengan cahaya terlampau terang terkadang cukup rumit, terutama jika Sobat mendapati tempat dengan intensitas cahaya yang jauh berbeda, ada teduh karena bayangan, serta yang cerah. 

sumber : http://www.infotografi.com/