Selasa, 28 April 2015

Kode Pesan Error pada Nikon

Pesan “Err” yang Berkedip

Saat melihat pesan tersebut muncul di panel LCD atas maupun bagian belakang, itu menunjukkan adanya fungsi kamera yang tidak normal. Bukan berarti kamera-nya jelek. Error ini muncul lumayan sering pada kamera DSLR Nikon gres yang kadang antar koneksi elektronisya mengandung minyak dari proses manufakturing. Dan pesan “Err” ini lumayan mudah disembuhkan.
Yang perlu anda lakukan adalah mematikan kamera, melepas lensa dan membersihkan sambungan kontak antara kamera dan lensa dengan lap bersih dan kering. Kalau setelah itu pesan “Err” masih muncul, coba lepaskan batere lalu pasang lagi. Kalau setelah langkah ini pesan “Err” masih muncul, jangan panik, bawa kamera anda ke service center Nikon.

Pesan “fEE” Berkedip

Pesan ini hanya muncul saat kita menggunakan lensa generasi tua seperti Nikon 50mm f/1.4D yang dilengkapi ring aperture dan ring tersebut tidak diset di posisi aperture minimum. Saat mengganti lensa, mungkin secara tidak disengaja anda memutar ring aperture pada lensa, sehingga memicu pesan error.
Solusinya adalah dengan memutar ring aperture pada posisi f-angka terbesar (bukaan minimum), seperti pada f/16 pada lensa diatas.

Pesan Segitiga dengan huruf “F”

Saat anda melihat sebuah segitiga kecil yang diikuti huruf “F”, ini artinya kamera tidak bisa mendeteksi keberadaan lensa. Jika saat ini lensa sudah terpasang, coba pastikan posisi lensa sudah terpasang dengan benar dan terkunci dengan baik. Coba juga untuk melepas lensa dan lalu memasangnya lagi sampai pesan tersebut hilang.

Pesan (-E-) Yang Terus Menerus

Ini artinya memory card tidak ditemukan di kamera. Kalau anda yakin memory card sudah terpasang, coba keluarkan dan pasang lagi lalu amati hasilnya. Coba juga gunakan memory card lain siapa tahu memory card yang ini sudah ngadat. Jika pesan terus muncul bagaimanapun anda mengatasinya, ada kemungkinan koneksi dudukan pin memroy card didalam sudah bengkok atau rusak. Kalau ini yang terjadi, mau tidak mau anda harus membawanya ke service center.

Pesan “CHA/CHR” Berkedip

Pesan error ini mengindikasikan adanya masalah denga memory card. Penyebab utama pesan ini muncul adalah saat kita mengimport foto dari memory card ke komputer, kit lalu menghapusnya lewat komputer dan bukan memformatnya di kamera. Menghapus file tanpa memofrmat bukanlah langkah yang tepat, dan banyak kamera DSLR menjadi bermasalah dengan ini.
Hal terbaik yang bisa anda lakukan adalah dengan memformat memory card di kamera dan bukan di komputer. Kalau anda tidak tahu cara memformat meory card di kamera, baca manual kamera anda.

Konsep Eksposure Fotografi


  1. ISO – ukuran seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya
  2. Aperture – seberapa besar lensa terbuka saat foto diambil
  3. Shutter Speed – rentang waktu “jendela’ didepan sensor kamera terbuka
Interaksi ketiga elemen inilah yang disebut eksposur.  Perubahan dalam salah satu elemen akan mengakibatkan perubahan dalam elemen lainnya.
Perumpamaan Segitiga Eksposur
Mungkin jalan yang paling mudah dalam memahami eksposur adalah dengan memberikan sebuah perumpamaan. Dalam hal ini saya menyukai perumpamaan segitiga eksposur seperti halnya sebuah keran air. 

  • Shutter speed bagi saya adalah berapa lama kita membuka keran.
  • Aperture adalah  seberapa lebar kita membuka keran.
  • ISO adalah kuatnya dorongan air dari PDAM.
  • Sementara air yang mengalir melalui keran tersebut adalah cahaya yang diterima sensor kamera.
Tentu bukan perumpamaan yang sempurna, tapi paling tidak kita mendapat ide dasarnya. sebagaimana anda lihat, kalau exposure adalah jumlah air yang keluar dari keran, berarti kita bisa mengubah nilai exposure dengan mengubah salah satu atau kombinasi ketiga elemen penyusunnya. Anda mengubah shutter speed, berarti mengubah berapa lama keran air terbuka. Mengubah Aperture berarti mengubah seberapa besar debit airnya, sementara mengubah seberapa kuat dorongan air dari sumbernya.

Senin, 27 April 2015

Tips foto bokeh menggunakan kamera dslr


1. Gunakan aperture besar.
Bokeh berasal dari lensa bukan dari kamera. Oleh karena itu, hal terpenting yang harus dilakukan adalah setting aperture lensa anda pada bukaan yang besar (terbesar yang diijinkan situasi pemotretan – aperture maksimal). Anda bisa melakukannya dengan menggunakan mode Aperture Priority dan mengubah f kedalam nilai terkecil (putar ring aperture berlawanan arah jarum jam).
Dalam settingan ini secara praktis kita menurunkan depth of field menjadi shallow/dangkal.


2. Kurangi jarak antara kamera dengan obyek foto.
Semakin dekat kita berdiri dari obyek foto, semakin blur background-nya. Semakin dekat obyek foto, fokus lensa juga semakin dekat dan depth of field akan makin menyempit. Cobalah lakukan ini: acungkan jari telunjuk anda didekat gelas yang jauhnya kira-kira 50 cm didepan anda, fokuskan mata anda pada telunjuk, sekarang gerakkan telunjuk tadi mendekat mata anda. Makin dekat telunjuk dengan mata, gelas dibelakangnya akan makin kabur bukan?

3. Jauhkan jarak antara obyek dan background-nya.
Saat anda memotret teman dan ingin menghasilkan bokeh yang bagus, maka semakin jauh teman tadi dari background dibelakangnya, semakin bagus bokeh yang anda dapatkan. Lihatlah foto dibawah ini, daun yang paling dekat kamera masih terlihat tajam. Tapi semakin menjauh dari kamera, semakin kabur. Sementara daun dengan warna hijau dibelakang sana terlihat kabur sekali.



4. Gunakan focal length terpanjang.
Saat anda memakai lensa zoom, gunakan focal length terpanjang untuk makin memisahkan obyek utama dengan background-nya. Sebagai contoh: saat anda menggunakan lensa maut 70–200 mm, set focal length di posisi 200mm untuk menghasilkan bokeh yang bagus.
Kalau di tas anda tersimpan lensa 300mm, lensa 18–200mm, lensa 14–24mm, pilihlah lensa terpanjang (300mm) kalau tujuan anda menghasilkamn foto bokeh yang maut.


5. Pilih lensa dengan kualitas optik terbaik yang mampu anda beli.
Kualitas bokeh juga sangat dipengaruhi oleh kualitas optik lensa yang kita pakai. Katakanlah anda memilik dua lensa yang focal length maksimalnya sama, contoh: lensa 18–20mm/f5.6 dan lensa 70–200mm/f2.8, karena kualitas optik lensa 70–200mm (biasanya) jauh lebih superior dibandingkan lensa 18–200mm (sehingga harganya juga berlipat-lipat lebih mahal). Maka gunakan lensa 70–200mm tadi, dan sebisa mungkin pakailah di aperture f/2.8. Pastikan anda membaca review sebelum anda membeli lensa.

6. Gunakan lensa prime
Karena makin besar aperture makin bagus pula bokehnya, jika anda memiliki lensa prime, pakailah. Lensa prime atau prime lens atau fixed lens, adalah lensa yang memiliki focal length tunggal alias lensa yang tidak bisa di-zoom. Lensa prime biasanya menghasilkan foto bokeh yang sangat bagus karena memilki bukaan aperture yang sangat besar, tipikal lensa prme adalah 50mm f/1.4, 85mm f/1.4 atau varian murahnya 50mm f/1.8 dan 85mm f/1.8. Nah selamat menghasilkan foto dengan bokeh yang dahsyat.

Review Canon PowerShot A810



Di pasaran saat ini ada banyak sekali jenis kamera. Mulai dari point shoot camera, prosumer, semi pro, professional dan yang sekarang lagi trend nya adalah tipe mirrorless yang telah saya bahas disini. Pasar nya pun terbagi menjadi 3 bagian. High-end untuk merujuk ke pasar kelas atas yang didominasi oleh kamera professional dan mirrorless. Pasar Mid-end untuk kelas menengah yang didominasi kamera prosumer. Dan terakhir Low-end yang sebagian besar merujuk ke kamera point and shoot.

Canon PowerShot A810 ini termasuk kamera point and shoot. Point and shoot ini berati kamera yang mudah, efisien, dan kompak. Contohnya, jika anda ingin ada moment yang anda abadikan, anda tinggal mengambil kamera anda dari saku, tekan tombol on dan langsung jepret tanpa harus repot menset kamera dan lain-lain. Disamping kemudahannya di atas, kamera point and shoot ini tergolong kamera yang menghasilkan foto yang seadanya.

Canon Powershot A810 sendiri sebenarnya memiliki saudara kembar, yaitu Canon Powershot A1230. Dengan perbedaan A810 dipasarkan tanpa adanya lensa viewfinder. Entah kenapa Canon Powershot A1230 kini sudah tidak beredar di pasaran. Padahal jika melirik kelebihannya yaitu dilengkapi viewvinder, bisa menjadi kelebihan tersendiri diantara kamera point and shoot yang ada di pasaran. No one knows the reason except the canon it self.

Unboxing
Saya membeli Canon Powershot A810 di toko online Bhinneka.com dengan warna silver. Sebenarnya Canon Powershot A810 ini ada tiga macam pilihan warna, yaitu silver, black dan wine red.
Setelah barang datang, segera saya langsung buka paket. Melihat dari kotaknya, terlihat bahwa harga sebanding kualitas(baca : kualitas rendah). Kotak kecil dan setelah buka, kelengkapannya adalah sebagai berikut.

  • Kamera Canon A810
  • Baterai AA Panasonic(bukan baterai charger)
  • Kabel data
  • CD-Driver dan software
  • Beberapa kertas petunjuk dan manual
  • Kartu garansi